Minggu, 06 Oktober 2013

Kode Etik Profesi Akuntansi

Kode Etik Profesi Akuntansi

Etika profesional dikeluarkan oleh organisasi profesi untuk mengatur perilaku anggotanya dalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat. Dalam kongresnya tahun 1973, IAI untuk pertama kalinya menetapkan Kode Etik bagi profesi Akuntan di Indonesia. Pembahasan mengenai kode etik IAI ditetapkan dalam Kongres VIII tahun 1998. Sejak kongres yang dilakukan  tahun 1998, IAI menetapkan delapan prinsip etika yang berlaku bagi seluruh anggota IAI dan seluruh kompartemennya. Setiap kompartemen menyajikan 8 (delapan) Prinsip Etika ke dalam Aturan Etika yang berlaku secara khusus bagi anggota IAI. Setiap anggota IAI, khususnya untuk Kompartemen Akuntansi Sektor Publik harus mematuhi delapan Prinsip Etika dalam Kode Etika IAI beserta Aturan Etikanya.
A.    Kode Perilaku Profesional.
Garis besar kode etik dan perilaku profesional adalah :
a)      Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk
melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah
tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif
dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.
b)      Hindari menyakiti orang lain.
“Harm” berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak
diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan
yang tidak diinginkan.
c)      Bersikap jujur dan dapat dipercaya
Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan. Tanpa kepercayaan suatu
organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.
d)     Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
e)      Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.
Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.
f)       Memberikan kredit yang pantas untuk properti intelektual. Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan intelektual.
g)      Menghormati privasi orang lain
Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.
h)      Kepercayaan
Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.
B.     Prinsip-prinsip Etika
1.      Kode Etik AICPA ( American Institute of Certified Public Accountants) terdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules) :
1)   Tanggung Jawab: Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional,anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara sensitive.
2)     Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
3)    Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harus melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi.
4)   Objektivitas dan Independensi: Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung jawab profesional.Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga independensi dalam faktadan penampilan saat memberikan jasa auditing dan atestasi lainnya.
5)     Kehati-hatian (due care): Seorang anggota harus selalu mengikuti standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus mengembangkan kompetensi dan kualitas jasa, dan menunaikan tanggung jawab profesional sampai tingkat tertinggi kemampuan anggota yang bersangkutan.
6)     Ruang Iingkup dan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan ruang lingkup an sifat jasa yang diberikan
2.      Prinsip Etika Profesi menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)
      Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.
Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi.
      Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat 4 (empat) kebutuan dasar yang harus dipenuhi :
1)      Kredibilitas.
Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
2)      Profesionalisme.
Diperlukan individu yang denga jelas dapat diindentifikasikan oleh pamakai jasa akuntan sebagai profesional dibidang akuntansi.
3)      Kualitas Jasa.
Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan stndar kinerja yang tinggi.
4)      Kepercayaan.
Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemebrian jasa oleh akuntan.
Berikut adalah delapan prinsip etika yang telah ditentukan ketetapannya:
1.      Prinsip pertama: Tanggung Jawab Profesi
Dalam prinsip  tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota berkewajiban menggunakan pertimbangan moral dan profesional setiap melakukan kegiatannya. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peranan tersebut, anggota memiliki tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.
2.      Prinsip Kedua: Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, mengormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan.
3.      Prinsip Ketiga: Integritas
Integritas adalah suatu satu kesatuan yang mendasari munculnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan publik dan merupakan standar bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya.
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus menjaga tingkat integritasnya dengan terus memaksimalkan kinerjanya serta mematuhi apa yang telah menjadi tanggung jawabnya.
4.      Prinsip Keempat: Objektivitas
Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota berdasarkan apa yang telah pemberi nilai dapatkan. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur, secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain
5.      Prinsip Kelima: Kompetensi dan Kehati- hatian Profesional
Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota tidak diperkenankan menggambarkan pengalaman kehandalan kompetensi atau pengalaman yang belum anggota kuasai atau belum anggota alami. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 fase yang terpisah:
1)      Pencapaian Kompetensi Profesional.
Pencapaian ini pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subjek- subjek yang relevan. Hal ini menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota.
2)      Pemeliharaan Kompetensi Profesional.
Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen, pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, serta anggotanya harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten.  Sedangkan kehati- hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesinya dengan kompetensi dan ketekunan.
6.      Prinsip Keenam: Kerahasiaan
Dalam kegiatan umum auditor merupakan memeriksa beberapa yang seharusnya tidak boleh orang banyak tahu, namun demi keprofesionalitasannya, para auditor wajib menjaga kerahasiaan para klien yang diauditnya. Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selam melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. Anggota mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa staff di bawah pengawasannya dan orang- orang yang diminta nasihat dan bantuannya menghormati prinsip kerahasiaan.
7.      Prinsip Ketujuh: Perilaku Profesional
Kewajiban untuk menghindari perbuatan atau tingkah laku yang dapat mendiskreditkan atau mengurangi tingkat profesi harus dipenuhi oleh anggota sebgai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staff, pemberi kerja dan masyarakat umum.
8.      Prinsip Kedelapan : Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan profesionalitasnya sesuai dengan standar teknis dan standar professional yang ditetapkan secara relevan. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh IAI, International Federation of Accountants, badan pengatur, dan peraturan perundang- undangan yang relevan.
3.      Prinsip dan Kode Etik menurut IFAC ( International Federation of Accountan Committee)
Misi IFAC adalah melakukan harmonisasi standar di antara negara-negara anggota IFAC. Indonesia sendiri melalui organisasi profesi IAI telah mencanangkan tekadnya untuk mengadopsi standar teknis dan kode etik yang ditetapkan IFAC selambat-lambatnya tahun 2012. Untuk lebih memahami kode etik yang ditetapkan oleh IFAC ini, maka Brooks (2007) memberikan pendekatan cara memahami filosofi Kode Etik IFAC sebagai berikut:
1)      Memahami Struktur Kode Etik
2)      Memahami Kerangka Dasar Kode Etik untuk melakukan penilaian yang bijak
3)      Proses Menjamin Independensi Pikiran (independece in mind) dan Independensi Penampilan (indepencence in appearance)
4)      Pengamanan untuk mengurangi Risiko Situasi Konflik Kepentingan.
Kerangka dasar Kode etik IFAC dapat dijelaskan sebagai berikut:
1)    Ciri yang membedakan profesi akunta (atasan),  yaitu kesadaran bahwa kewajiban akuntan yaitu untuk melayani kepentingan publik.
2)     Harus dipahami bahwa tanggung jawab akuntan tidak secara ekslusif hanya melayani klien (dari sudut pandang akuntan publik), atu hanya melayani atasan (dari sudut pandang akuntan bisnis), melainkan melayani kepentingan publik dalam arti luas. Pengertian “publik” bagi akuntan terdiri dari atas klien, manajemen  (atasan), kreditur, investor, pemerintah, karyawan, masyarakat bisnis, dan keuangan, media masa, para pemerhati bisnis dan ekonomi, para aktivis, dan sebagainya.
3)    Tujuan (objective) dari profesi akuntan adalah memenuhi harapan profesionalisme, kinerja, dan kepentingan publik.
4) Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan empat kebutuhan dasar, yaitu kredibilitas, profesionalisme, kualitas jasa tertinggi, dan kerahasiaan.
5)    Keseluruhan hal tersebut hanya dapat dicapai bila profesi akuntan dilandasi oleh prinsip-prinsip parilaku fundamental, yang terdiri atas: integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan kehati-hatian, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis.
6) Namun, prinsip-prinsip fundamental pada butir (5) hanya dapat diterapkan jika akuntan mempunyai sikap independen, baik independen dalam pikiran (independence in mind) maupun independen dalam penampilan (independence in appearance).
Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC:
1)      Integritas.
Seorang akuntan profesiona harus bertindak tegas dan jujur dalamsemua hubungan bisnis dan profesionalnya.
2)      Objektivitas.
Seorang akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkanterjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang lain sehinggamengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional.
3)      Kompetensi profesional dan kehati-hatian.
Seorang akuntan profesional mempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjamin seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yang didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik.
4)      Kerahasiaan.
Seorang akuntan profesional harus menghormati kerhasiaaninformasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnisserta tidak boleh mengungapkan informasi apa pun kepada pihak ketiga tanpa izinyng enar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya.
5)      Perilaku Profesional.
Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
C.    Interpretasi Etika
            Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.
            Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.
            Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya. Jika perlu, anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
SUMBER : 

http://www.scribd.com/doc/14650989/Kode-Etik-Profesi-Akuntan-Publikhttp://tacitra.blogspot.com/2012/05/kode-etik-profesi-akuntansi.html

Selasa, 11 Juni 2013

movie reviews : "the help"



The Help is a 2011 American drama film adaptation of the novel of the same name (2009) by Kathryn Stockett, adapted for the screen and directed by Tate Taylor. Featuring an ensemble cast, the film is about a young white woman, Eugenia "Skeeter" Phelan, and her relationship with two black maids, Aibileen Clark and Minny Jackson during Civil Rights era America (the early 1960s). Skeeter is a journalist who decides to write a book from the point of view of the maids (referred to as "the help"), exposing the racism they are faced with as they work for white families.

hijab

Hijab is a head covering women's fashion and clothes that cover the body, arms and legs especially Muslims. Used to wear hijab only in exceptional style with hijab or direct use. Along with the times hijab has many kinds and styles that attract people to wear hijab.
That's what made me think to make the effort hijab shop in my hometown area muaradua. With this effort menegmbangkan many people who can benefit. Not only was I who founded but others, such as creating jobs. Many things that factor to develop this business, namely:
1.      Many Muslim women who wear hijab have
Muslim women in the village are usually considered modern. So I want to make this effort so that no Muslim in the township is not obsolete. To match the existing urban Muslim.
2.      Business opportunities
The small number of people who sell the veil or hijab is.
3.      Availability of land in favor
There are still many empty hold in my area.
This effort is a dream of mine since I first put on hijab. So that many Muslim women who are more interested in wearing the hijab again, not only memakain but his heart was also wearing hijab headscarf.

How to Cope when No One Cares About You



  1. First, you need to decide what made you feel this way. Was it because no one noticed what you did? Was it because you were yelled at for something stupid? Was it because you need someone to listen, and no one wants to hear you out? This is probably the most important thing you can do. Don't rush it.
  2. Remember, it's okay to cry. You will feel a whole lot better when you cry yourself out. Let the tears come. If you are embarrassed, go somewhere where people won't see you. Don't hold the tears in, that just makes things worse.  
  3. If you're angry, it's also okay to yell, to scream, to hit something. (something, NOT someone.) I know people always tell you that you need to calm down, that it's not okay to throw a temper tantrum, etc. But sometimes, you just have to. It's not like you're doing it just because you didn't get your way. If you are genuinely upset, it's okay to let it out however that's possible.  
  4. If you live somewhere where there's a quiet outdoor place, go there. Even if it's cold, the fresh air and peace really does help. I should know, I just got done with this. If it's cold, a fleece blanket does wonders to keep you warm. Plus, they're not heavy. Just lay down, and calm down. If that means you cry, then cry. If you need to scream, scream. I don't care, just let it all out.
  5. If you have a pet (preferably one you like), take it outside with you. You don't have to constrain it, just watch it. That is, if that's something that makes you happy. Oh, and if you're crying, don't forget tissue. No one likes a stuffy, runny nose. 
  6. Now that you're done throwing a fit (you have to admit, that's what you're doing, and it's okay), take a few calming breaths. If it's night time, look at the stars. If it's daytime, look at the clouds. Just clear your mind of all thought, even the thing that's upsetting you.
  7. Think of the good things in life, like that pet of yours. Think of how beautiful the day is, or a time when you felt special. Think of times when you smiled. There's always a time, even if it was when you were smiling at someone. Think of a time when you accomplished something, and it made YOU feel good. It doesn't matter what other people thought, it's about you right now.
  8. Right now, you can be selfish. I don't care if you're someone who never thinks about yourself. That's what probably got you into this mess, actually. When you're this upset, you can think about what's going to make you happy. It's okay. I promise.
  9. When you've calmed down, think again about what upset you. Ask yourself, was it your day that made the situation worse? Did the situation ruin your day, or bring it down more? Was it completely unexpected, or has this been happening for a while? Is it something you can get away from? Answer yourself honestly, and you'll find out what the reason behind this affecting you so much was. Then, you have a starting ground to fix it. Once you fix it, it'll all be better!



http://www.wikihow.com/Cope-when-No-One-Cares-About-You 

TUGAS 3 Unreal Conditions : Present And Future - writing Conditional Sentence

Unreal Conditions : Present And Future

4. If that man ( work ) harder, he could earn more money.
If that man worked harder, he could earn more money.
5. I would gladly tell you answer if I only ( know ) it myselft
I would gladly tell you answer if I only knew it myselft
6. If Don and I ( have ) enough money, we would buy a house
If Don and I had enough money, we would buy a house
7. If the weather ( be ) better right now, we could go for a walk
If the weather were better right now, we could go for a walk
8. That student would get much higher marks if he ( study ) harder
That student would get much higher marks if the studied harder
9. If Mr. Smith ( call ) me, I would explain evertyhing to him.
If Mr. Smith called me, I would explain evertyhing to him.
10. Mr. Moore would give up teaching if the ( enjoy, not ) it so much.
Mr. Moore would give up teaching if she didn't enjoy it so much.
11. If I ( be ) in your place, I would accept Mr. Anderson’s offer.
If I were in your place, I would accept Mr. Anderson’s offer.
12. People would understand you better if you ( speak ) more carefully.
People would understand you better if you spoke more carefully.


Writing Conditional Sentences
1. If the weather were better today, I would go to zoo
2. I would be a millionaire if i got the treasure
3. If we had a different english teacher, we could share our knowledge
4. We could play a game of cards if you had a free time
5. If everybody dressed the same way, they would look like a twin
6. I wouldn’t do that if you prohibit me.
7. If I had more free time, I would go to waste my time with my family
8. No one would be happy if they have a lot of money
9. If I spoke Japanese fluently, I would go to holiday in japan
10. Your suit would look better if you can mix and match the colour of your shirt.
11. If I knew all for details, I wouldn’t get a trouble to do my task
12. Almost anyone would be frightened if they had a legal issues 
13. If I had the day off tomorrow, I would to do my homework
14. The world would be a better place if the financial crisis ended
15. If Alice were a little more careful, she wouldn’t get a accident 

TUGAS 4 : Tenses Chart


  1. While she was trying to read , her friend was practising the piano.
  2. He has been buying several jerseys in the last two years.
  3. She will bone the meat later.
  4. By the time you get there they already left.
  5. I was drowning. No body saved me.
  6. He said she has not returned the book yet
  7. What are you darning at the moment?
  8. She thinks her husband will buy a new fridge
  9. How much have you spent in London so far ?
  10. In a month’s time I Learned in London so far
  11. After he had seen the giraffe he spoke to the keeper
  12.  He was buying weed-killer when they arrested him.
  13. The plumbing always gives trouble the summer.
  14. The trout had risen when they reached the lake.
  15. Do you recognize this statue?
  16. They say they will not perform tomorrow.
  17. What have you been doing since your last recital?
  18. As it rained he put up his umbrella.
  19. They heard Beethoven better conducted earlier in the year.
  20. What is going on here?
  21. I only just realized what she meant.
  22. I never plant crocuses again.
  23. Were you enjoying yourself when I saw you at the party ?
  24. I will be to the zoo and going while they are still talking about visiting it.
  25. She docked at Tilbury last week.
  26. He always accelerates too quickly.
  27. Do you hear that awful noise ?
  28. By the time the brigade arrived, the house had collapsed.
  29. I saw a new type of windscreen wiper while I was walking round the exhibition yesterday.
  30. They have been waiting to take off since ten this morning.
  31. She shot at leastthree tigers in India last year.
  32. We saw what we see
  33. He heard an owl hooting as he walked through the wood.
  34. They have been producing a hundred shirts every day for two mounts now.
  35. Where were you going when I bumped into you?
  36. Who was tolding the grasshopper to dance? The ant in the fable did.
  37. They wear high heels every day last term.
  38. What will you do with a gun in your car?
  39. He still doesn’t find his watch.
  40. I have lived there several years before I found the nest.
  41. When it stung him?
  42. She likes cockles. Naturally she prefers lobster.
  43. Dragon-flies have very beautiful wings.
  44. Time and tide don’t wait for no man, the saying run.
  45. I bought some new pruners the other day.
  46. The girl in the pay box seldom smiles now a days.
  47. The moment he opened the boot the spare wheel fell out.
  48. Too many cooks spoiled broth.
  49. He left Italy by plane yesterday.